Lima Pusat Pendidikan
July 21st, 2011 § Leave a Comment
Ada beberapa pusat pendidikan yang perlu kita ketahui, diantaranya yaitu:
1. Rumah
Anak pertama hidup adalah di lingkungan keluarga. Pengaruh utama yang masuk adalah pengaruh ibu, kemudian bapak, keluarga kandung, keluarga besar, teman sebaya, tetangga dan seterusnya. Oleh karena itu, situasi yang kondusif, harmonis, berbagai kebiasaan yang baik, larangan dan anjuran, serta berbagai contoh dari pihak keluarga terutama dari orangtua sangat dibutuhkan.
2. Sekolah
Pendidikan di sekolah dilaksanakan atas dasar kurikulum. Disinilah perkembangan aspek cipta akan lebih menonjol dibandingkan dengan aspek pribadi yang lain. Kemudian unsur lain seperti tenaga pendidik termasuk kepala sekolah dan pegawai sekolah yang memberikan contoh yang baik.
3. Masyarakat
Berbagai sumber bahan pelajaran kecuali dari narasumber, software, hardware, juga dari lingkungan masyarakat dengan berbagai seluk-beluknya.
4. Media
Media cetak apalagi elektronik sangat berdampak pada perkembangan pengalaman pribadi seseorang baik bersifat positif maupun negatif. Oleh karenanya orangtua dan guru hendaknya sangat bijak dalam mengawasi anak terhadap media yang mereka pilih.
5. Lembaga Pendidikan Agama (LPA)
Lembaga pendidikan agama sebagai pusat pendidikan tidak dapat diragukan lagi keberadaannya. Lembaga ini secara tidak langsung memberi dampak pada perkembangan pribadi, terutama dalam hal ketakwaan, kesusilaan, kejujuran dan kerendahan hati.
Lima pusat pendidikan tersebut hendaknya dalam tindakannya merupakan satu KISS agar anak atau warga tidak bingung.
KISS singkatan dari satu koordinasi, satu integrasi, satu sinkronisasi dan satu simplikasi.
Contoh: Kalau di sekolah dilarang merokok, hendaknya pusat pendidikan lainnya melarang merokok. Tetapi kenyataannya apa yang terjadi? Di sekolah melarang merokok, di rumah melarang merokok, di masyarakat melarang merokok, di lembaga pendidikan agama melarang merokok. Tetapi pada media menulis besar-besar pada iklan. “Hisaplah Rokok Gudang Garam”! Begitu pula di pusat pendidikan lain melarang minum-minuman beralkohol, tetapi pada iklan tertulis “Minumlah Bir Bintang”!
Contoh demikian menunjukkan bahwa pusat pendidikan tidak ada KISS yang menyebabkan bingungnya pembaca. Oleh karena itu timbul intepretasi negatif dari KISS berubah menjadi “Kita Ini Simpang Siur”.
(sumber: Prof. Dr. H. Dakir)